Kisah Perjalanan Sebuah Baju
Kisah Perjalanan Sebuah Baju Oleh: Rubee Putri Risdiyanto G empa bumi bisa terjadi setiap saat, dan selalu menimbulkan kekhawatiran bagi para penghuni pantai. Bermacam kesibukan, serta suara-suara mesin kapal, bisa langsung lenyap dalam sekejap. Bencana alam telah membuat segalanya menjadi sunyi. Sebuah tas itu terlihat dari dalam lemari yang terbuka. Inilah saatnya! Aku harus siap berdesak-desakan dengan teman-temanku, dan tidur di dalamnya. “Terserah kamu aja, Ndok. Tapi cepetan ya!” ujar suara yang selama ini merawatku dengan baik. Ia memasukkanku ke dalam tas begitu saja tanpa melipatku. Aku berpikir ia akan melipatku. Ternyata tidak, resetling itu langsung ditutup dalam hitungan detik. Kulihat teman-temanku dengan wajah yang cukup kusut dan itu mengartikan bahwa mereka sedang bersedih. Mataku tertuju pada sebuah celana panjang yaitu, konco cedek ku. Aku menyapanya. “Hai, friends, ” sapaku sambil bergaya. Kemarin aku mendengar kata-kata itu, dari pemilikku...