Ketidaktahuan




Semua berjalan, apakah sesuai kehendakmu. Kamu pernah rapuh menangis karena ketidakmampuanmu sendiri. Sendiri iya sendiri tidak ada orang yang tahu kamu menangis. Karena kamu memilih tersenyum menatap orang lain. Kebahagiaan yang tidak kamu tampakkan ataupun kesedihan yang tidak ingin kamu perlihatkan. Seperti semua berjalan datar, datar menurut orang lain.

Kamu menjadi pengamat, kamu mengamati, kamu menilai, kemudian tengok dirimu sendiri. Kenapa mereka? Kamu tanya lagi kenapa mereka sedangkan aku. Pertanyaan berkali kali muncul, tapi cukup kamu rasakan sendiri, bermonolog ria sehingga seperti biasa, perasaan datar. Ingin mengatakan apa maksudmu tapi kamu tidak tahu apa yang ingin kamu katakan kepadanya. Kamu tidak suka mengkomunikasikan perasaanmu. 

Kamu tetap bisa tersenyum atau pura pura tersenyum, padahal kamu menahan rasa kecewa. Kamu diam, kamu mencoba mengalihkan perhatian dari mereka. Ya perasaan datar, kamu cukup bilang aku tidak apa apa, karena memang tidak apa-apa kamu tidak perlu tahu.

Menceritakan kelemahanmu saat engkau menginginkan sesuatu, apakah sesuatu yang kamu mau menerimamu? Kamu jujur tapi mereka mengabaikan. Pemberontak yang tidak tahu tempat untuk dirinya sendiri. 

Masih menginginkan perlakuan sama. Aku yang takut, atau orang lain yang takut. Sepertinya orang dekatpun tidak tahu apa yang ingin kamu lakukan. Mereka awalnya tidak menyukai dan saling memaki. Kamu mengamati, kamu dengan datar tidak memihak siapapun, atau bisa jadi kamu terombang ambing.  Mereka akhirnya berdamai, lalu kamu terabaikan. Apa yang mereka katakan? Kamu bilang tidak peduli, iya kamu cuma bilang tidak peduli. Tapi pola pikirmu terus bekerja memikirkan apa yang sebenarnya terjadi. 

Terkenal tidak ada apa apanya, atau tersembunyi dengan talenta. Momentum, proses, lingkungan, genetik menjadikan kita. Terserah bagaimana dunia ini bekerja. Kamu punya jalan sendiri, mereka punya jalan sendiri. Kamu dan mereka mungkin punya jalan bersama. Keluar dari halusinasi, kamu takut, takut dengan kekejaman dunia menghancurkan perasaan mu. Memilih kedamaian tanpa perlindungan. Kebaikan-kebaikan bertebaranlah kamu dimuka bumi.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Warna Warni Pelangi

Mengapa?

Curhatan