Terima Kasih Sudah Mendidikku

Terima Kasih Sudah Mendidikku
http://www.andyfebrian.com (Buku : Ayah Cintamu Seluas Samudera)



Lira adalah seorang anak tunggal dari sebuah keluarga yang sederhan yang tinggal di pinggiran kota. Walupun anak satu satunya, sejak kecil ia seringkali dimarahi oleh ibunya, dimata sang ibu, tidak ada satu pun pekerjaan yang benar. Setiap harinya, lira selau berusaha keras untuk mengerjakn sesuatu yang diinginkan oleh ibunya. Tetapi tetap saj, karena hanya ketidakpuasan sang ibu yang ia daptkan.

Begitu pun juga pada saat lira berusia 17 tahun, tidak ada kalimat ucapan “ selamt ulang tahun” yang keluar dari mulut ayahnya. Dan semua itu membuat lira semakin membenci ayahnya. Karena sosok ayah yang ada dalam dirinya, adalah sosok seorang ayah yang pemarah dan juga tidak pernah memperhatikan dirinya. Hingga akhirnya, lira pun memberontak dan tidak pernah satu hari pun ia lalui tanpa bertengkar dengan Ayahnya.

Beberapa hari setelah ulang tahunnya yang ke 17 tahun ayahnya meninggal dunia. Akibat penyakit kanker yang di deritanya. Beliau tidak pernah bercerita tentang penyakitnya tersebut kepada siapa pun, kecuali kepada sang istri. Walupun merasa sedih dan kehilangan tetapi dalam diri lira masih tersimpan rasa benci terhadap ayahnya. Hingga sampai suatu hari ketika lira memberekan barang barang peninggalan almarhum ayahnya, ia menemukan sebuah bingkisan yang dibungkus rapi , dan diatasnya tertulis untuk anaknya tersayang.


Dengan hati hati diambilnya bingkisan tersebut, dan lira pun mulai membukanya. Di dalam bingkisan tersebut terdapat sebuah jam tangan serta sebuah buku lama yang ia inginkan. Selain kedua benda itu, terdapat sebuah kartu ucapan berwarna merah muda yang merupakan warna kesukaan lira perlahan ia membuka kartu ucapan tersebut, dan mulai membaca tulisan yang ada disana.

“ Ya Tuhan, terima kasih karena engkau telah mempercayai diriku yang rendah ini untuk memperoleh karunia tersebut dalam hidupku. Kumohon ya allah bagi sesama dan juga bagimu hamba ingin menjadi orang yang berarti . Janganlah kau berikan jalan yang lurus dan membentang luas baginya. Tetapi berikan pula baginya jalan yang penuh liku dan duri baginya agar dia dapat meresapi kehidupan ini seutuhnya kumohon ya allah, sertailah setiap langkah yang ia tempuh, jadikan dia sesuai kehendakmu.


Selamat ulang tahun anakku, do’a ayah selalu menyertaimu.
Tulisan dalam kartu itu membuat air mata lira tak terbendung lagi. Ibunya menghampiri dan menanyakan apa yang telah terjadi. Dalam pelukan ibunya, lira pun menceritakan tentang isi dan tulisan yang terdapat dalam bingkisan peninggilan ayahnya itu.


                Sang ibu, lalu menceritakan bahwa ayahnya memang sengaja merahasiakan penyakit yang di deritanya sejak lama. Dan sengaja mendidikmudengan keras, agar kamu kelak menjadi sosok wanita yang kuat dan tegar.

                Cerita ini mengajarkan kita untuk tidak selalau melihat apa yang kita lihat dengan kedua mata kita. Tetapi lihat juga sesuatu dengan mata hati kita. Karena apa yang kita lihat dengan kedua mata kita, terkadang tidak sepenuhnya apa yang sedang terjadi. Kasih saying seorang ayah, ibu, saudara saudara, atau orang lain disekitar kita, dan terutama kasih sayang yang maha kuasa yang dilimpahkan kepada kita dengan berbagai cara kita menerima, menyerap, mengartikan dan membalas kasih sayang itu. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Warna Warni Pelangi

Mengapa?

Curhatan