Kembali Waktu Itu



Beberapa bulan lalu aku menulis ini, dan setelah aku baca kembali dan ternyata ..........
       Apa kabar kamu?????? Lama gak ketemu....... bagaimanakah kamu sekarang apakah kamu sudah memperoleh dari apa yang kamu inginkan setelah keputusan berat kau ambil itu. Kapan lagi kita bertemu? Apakah kau punya keinginan yang sama denganku saat ini?
       Lupakan mungkin kau saat ini sedang sibuk dengan urusanmu yang penting itu. Mana mungkin sempat untuk kepikiran diriku. Bagaimana denganmu sekarang aku penasaran. Bagaimanakah penampilanmu sekarang, apa kamu masih seperti dulu apa kamu berubah? Apa perubahanmu. Aku harap kamu berubah lebih baik menjadi dirimu sendiri.
       Aku ingin curhat tapi apa kamu mengerti masalahku ini, tak menemukan sesuatu yang dimiliki kebanyakan orang disana. Apa kamu mengerti masalah apa itu. Rumit dengan diri sendiri. Aghhh.... apa yang aku dapatkan? Kamu pergi aku masih disini penasaran. Dan penasaranku apakah masih ada harapan untuk terjawab? Asyik dengan dunia sendiri yang tidak akan dimengerti orang lain.
       Ternyata kebiasaan itu masih sering aku lakukan dengan imajinasi yang konyol ini. Apakah itu juga kamu lakukan? Mungkin tidak karena ini dunia ku sendiri dan kamu pun juga punya duniamu sendiri yang tak ku tahu bagaimana rasanya.
       Sekarang siapa temanmu setelah kau pergi? Bahagia ya jadi temanmu, aku pun belum pernah merasakan kau anggap sebagai teman. Bahkan seorang teman. Kau masih ada dalam kenanganku. Bagaimana dengan aku dimatamu? Teman, seorang istimewa, musuh, atau bahkan tak pernah ada dalam duniamu itu. Bagaimana bisa aku terlalu terobsesi padamu.... bahkan aku tak pernah lupa dalam segala hal tentangmu yang ku ingat. Mungkinkah kau pernah kecewa terhadapku. Atau tak pernah ada kenangan sedikitpun tentang aku ini hahaha, tapi terima kasih kamu telah mengajarkan aku sisi lain yang sebelumnya belum aku percaya, dan kau membuat aku percaya akan sisi lain itu.
       Hidup yang penuh misteri. Teringat saat aku menulis pertama kali untukmu. Suatu kejadian yang tak pernah kuabadikan dalam tulisan sebelumnya. Ketika aku menulisnya keesokan harinya aku masih dapat bertemu denganmu, namun sekarang apakah masih ada harapan itu? Yang terabadikan dalam tulisan. Mungkin itulah dirimu. Kau anggap apakah diriku? Hal pertama saat awal berjumpa aku bahagia akhirpun harusnya bahagia. Kabulkan wahai tuhan pengabul do’a. Apakah kita pernah bertemu namun aku tak menyadarinya. Mungkin pas aku lewat?. Semoga kau tetap menjadi kamu yang membuat aku penasaran. suatu saat kita akan menjadi teman, bahkan sahabat. itu inginku
Semoga apa yang ada dalam dirimu sekarang ini, membuatmu mengerti apa artinya kau ada disini. Dan membuat semua disekelilingmu mengetahui betapa hebatnya dirimu sesungguhnya. jangan lupakan Allah yang selalu ada untukmu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Warna Warni Pelangi

Mengapa?

Curhatan