Kembali Waktu Itu
Apa kabar kamu?????? Lama gak ketemu....... bagaimanakah kamu
sekarang apakah kamu sudah memperoleh dari apa yang kamu inginkan setelah
keputusan berat kau ambil itu. Kapan lagi kita bertemu? Apakah kau punya
keinginan yang sama denganku saat ini?
Lupakan mungkin kau saat ini sedang sibuk dengan urusanmu yang
penting itu. Mana mungkin sempat untuk kepikiran diriku. Bagaimana denganmu
sekarang aku penasaran. Bagaimanakah penampilanmu sekarang, apa kamu masih seperti dulu apa kamu berubah? Apa perubahanmu. Aku harap kamu berubah lebih baik
menjadi dirimu sendiri.
Aku ingin curhat tapi apa kamu mengerti masalahku ini, tak
menemukan sesuatu yang dimiliki kebanyakan orang disana. Apa kamu mengerti
masalah apa itu. Rumit dengan diri sendiri. Aghhh.... apa yang aku dapatkan?
Kamu pergi aku masih disini penasaran. Dan penasaranku apakah masih ada harapan
untuk terjawab? Asyik dengan dunia sendiri yang tidak akan dimengerti orang
lain.
Ternyata kebiasaan itu masih sering aku lakukan dengan
imajinasi yang konyol ini. Apakah itu juga kamu lakukan? Mungkin tidak karena
ini dunia ku sendiri dan kamu pun juga punya duniamu sendiri yang tak ku tahu
bagaimana rasanya.
Sekarang siapa temanmu setelah kau pergi? Bahagia ya jadi
temanmu, aku pun belum pernah merasakan kau anggap sebagai teman. Bahkan
seorang teman. Kau masih ada dalam kenanganku. Bagaimana dengan aku dimatamu?
Teman, seorang istimewa, musuh, atau bahkan tak pernah ada dalam duniamu itu.
Bagaimana bisa aku terlalu terobsesi padamu.... bahkan aku tak pernah lupa
dalam segala hal tentangmu yang ku ingat. Mungkinkah kau pernah kecewa
terhadapku. Atau tak pernah ada kenangan sedikitpun tentang aku ini hahaha, tapi terima kasih kamu telah mengajarkan aku sisi lain yang sebelumnya belum aku percaya, dan kau membuat aku percaya akan sisi lain itu.
Hidup yang penuh misteri. Teringat saat aku menulis pertama
kali untukmu. Suatu kejadian yang tak pernah kuabadikan dalam tulisan
sebelumnya. Ketika aku menulisnya keesokan harinya aku masih dapat bertemu
denganmu, namun sekarang apakah masih ada harapan itu? Yang terabadikan dalam
tulisan. Mungkin itulah dirimu. Kau anggap apakah diriku? Hal pertama saat awal
berjumpa aku bahagia akhirpun harusnya bahagia. Kabulkan wahai tuhan pengabul
do’a. Apakah kita pernah bertemu namun aku tak menyadarinya. Mungkin pas aku
lewat?. Semoga kau tetap menjadi kamu yang membuat aku penasaran. suatu saat kita akan menjadi teman, bahkan sahabat. itu inginku
Semoga apa yang ada dalam
dirimu sekarang ini, membuatmu mengerti apa artinya kau ada disini. Dan membuat
semua disekelilingmu mengetahui betapa hebatnya dirimu sesungguhnya. jangan
lupakan Allah yang selalu ada untukmu.

Komentar
Posting Komentar