JANGAN TEWAS TERTIKAM FIKIRAN NEGATIF



JANGAN TEWAS TERTIKAM FIKIRAN NEGATIF

            Hikmah apa yang dapat kita ambil dari kisah Ken Arok dengan Empu Gandring yang akhirnya tewas di tangan keris yang ia buat sendiri? di dalam buku The Power Of Mind karangan Arif R.H. bagian pendahuluan dijelaskan bahwa sesungguhnya dalam diri kita terdapat sesuatu yang jauh lebih dahsyat daripada keris Empu Gandring yaitu fikiran dan emosi/perasaan kita. setiap detik kita berfikir dan merasa. Namun sayangnya banyak diantara kita yang tidak menyadari bahwa setiap fikiran dan emosi yang kita ciptakan memiliki kekuatan dahsyat dan akan berdampak pada kehidupan kita. apapun yang kita fikirkan dan rasakan akan selalu kembali kepada kita seperti layaknya sebuah bumerang. Jika kita menciptakan fikiran dan emosi  negatif maka di saat itulah sebenarnya kita sedang mengulangi peristiwa yang telah dialami oleh Empu Gandring. Kita akan “tewas tertikam” oleh pikiran dan emosi kita sendiri.
            Banyak orang yang terus berkeluh kesah dan bertanya mengapa kehidupan mereka selalu dipenuhi dengan masalah/ hal hal yang tidak menyenangkan . mereka merasa sulit untuk mendapatkan kebahagiaan dalam hidup. Sementara itu mereka melihat ada orang lain yang mereka nilai selalu mendapatkan keberuntungan dan kebahagiaan. Apa yang salah dari mereka? Jawabannya sangat jelas karena mereka sering menciptakan fikiran dan perasaan yang negatif. Selalu bersedih, berprasangka buruk, mudah mengeluh, sering mengumpat, kurang bersyukur, memaki dan marah marah, apalagi pada saat menghadapi masalah.
            Seharusnya yang kita lakukan dalam keseharian hidup kita adalah menciptakan fikiran dan emosi positif. Dimanapun dan kapanpun. Mungkin sebagian dari anda ada yang berpendapat, wah itu kan sulit. Anda 100% benar, pada situasi sekarang ini dimana suhu bumi semakin memanas, bencana alam di mana mana, semua harga kebutuhan pokok terus naik, asap kendaraan tak terkendali, jalan semakin macet, sulitnya mencari pekerjaan, banyak orang berdemonstrasi dan persaingan bisnis yang semakin ketat memang lebih mudah memicu kita untuk berpikir dan berperasaan negtaif. Tapi hidup adalah pilihan. Yang jelas dalam perspektif saya, situasi tersebut semakin mendorong saya untuk segera menulis buku ini. Saya berharap buku ini. Saya berharap buku ini  menjadi sebuah solusi.
             Berdasarkan pengalaman saya kita merasa sulit untuk berfikir dan berperasaan positif disebabkan oleh 2 hal yaitu:
1.      Kita tidak tahu alasannya mengapa kita harus selalu berpikir dan berperasaan positif( why)
2.      Kita tidak tahu bagaimana caranya untuk selalu berfikir dan berperasaan positif (how)

            Persoalan how hanya memiliki porsi 20 persen sedangkan persoalan why memiliki porsi 80 persen. Agar anada lebih mudah memahaminya saya akan berikan sebuah contoh sebagai berikut
            Misalkan anda saya minta untuk menyeberangi sebuah sungai. Arus sungai tersebut sangat deras dan anda sudah mencoba berfikir berjam jam tetapi belum juga menemukan cara (how) menyeberangi nya. Dalam situasi tersebut saya akan membantu anda agar lebih inovatif untuk menemukan cara menyeberangi sungai. Mari kita asumsikan anda sudah berkeluarga. Saya membawa anak anda yang masih bayi, sedang lucu lucunya. Kemudian saya berkata kepada anda: “ jika masih belum menemukan caranya maka anak anda saya lempar ke sungai”. Atau saya katakan “ jika anda berhasil saya beri uang Rp 1 milyar tunai” kira kira apa yang terjadi? Saya yakin tiba tiba anada akan lebih inovatif. Anda akan kerja keras. Anda mencoba semua cara yang mungkin. Mengapa demikian?
            Program dasar dalam diri kita yang paling basic hanya mengenal dua hal yaitu: mencari kenikmatan dan menghindari kesengsaraan. Komposisi di dunia ini secara umum 80 persen orang lebih termotivasi oleh yang kedua yaitu menghindari kesengsaraan . bahasa kerennya, the power of “ kepepet”. Itulah sebabnya mengapa ketika dikejar anjing galak kita bisa berlari lebih cepat dari biasanya, meskipun kita bukan seorang atlet tidak tahu teknik berlari yang benar. Jadi temukan why nya dulu maka anda akan lebih mudah dalam menemukan how nya.

Sumber yang sangat menginspirasi : buku The Power Of Mind karya Arif Rahutomo

SEMOGA BERMANFAAT


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Warna Warni Pelangi

Mengapa?

Curhatan