PAMIT
Bukan karena aku
ingin terus terusan berada disampingmu, tapi memang keberadaanmu memberikan
arti bagiku. Tentang sebuah hari dimana kita saling bertemu. Perjuangan harus
tetap berlanjut. Namun aku ingin engkau tahu bahwa aku akan bersedia hadir
untukmu. Bukan fisik yang setia hadir, namun iringan doaku yang akan menyertaimu,
karena langkah kaki dan tempat kini tak lagi sama. Semua datang dan pergi
sesuai zona waktunya masing masing. Entah dipertemukan kembali ataupun tidak
nantinya, tapi ku harap sang pembuat takdir berkenan mempertemukan kembali.
Mengertilah tidak ada suatu perpisahan yang indah jika persaudaraan yang
terjalin. Tapi, kita berada di zona masing masing. Pertemuan ini, mungkin hanya
sebentar, tapi mengena kan?, atas semua pengalaman dan ilmu yang telah engkau
berikan. Tentang sebuah arti kita dipertemukan. Wahai saudara ku memang ada
sebuah air mata yang menetes, ketika telah tiba sebuah perpisahan. Tapi
bukankah perpisahan ini cuma tentang jarak, bukan sebuah kedekatan rasa yang
menjauh. Atau waktu yang perlahan akan menjauhkan rasa itu. Mengenang kebaikan
yang kau sampaikan, hiburan, dan sebuah candaan. Atau mungkin tentang aneka
rasa yang hadir dalam emosi. Teruslah berjalan, teruslah belajar, dan sampaikan
kepadaku pengalamanmu. Menginspirasi, jangan tinggalkan kenangan yang kelabu,
simpan semua warna dalam kenangan ini.
Kombinasikan perpaduan macam warna, hingga akhirnya akan terlihat pelangi. Akan
hadir cerita cerita baru, akan hadir orang orang baru. Datang dan pergi sesuai
zona waktu. Terus belajar, belajar, dan belajar. Lingkungan semoga mendukungmu.
Wahai saudaraku, orang baru akankah melupakanku?, kuharap tidak. media
komunikasi yang semakin canggih sudah ditemukan. Izinkan untuk bisa saling
menjaga persaudaraan ini. Terus tebarkan manfaat dimanapun bumi yang kau
pijaki. Wahai saudaraku, mungkin nanti akan terbesit sebuah rasa yang bernama
rindu. Disitulah tanda kau masih mengingatku. Sebut aku dalam setiap doamu,
semoga kita akan dipertemukan kembali. Terus belajar, semangat, sukses dunia
akhirat.
Komentar
Posting Komentar