Postingan

KILAUAN EMAS TUMPANG PITU YANG MERESAHKAN

  Permulaan tahun 2020, warga Desa Sumberagung dan sekitarnya kembali melakukan aksi protes penolakan terhadap kegiatan pertambangan yang dilakukan oleh PT Bumi Suksesindo (PT BSI) dan PT Damai Suksesindo (PT DSI). Warga memasang tenda perjuangan pada 7 Januari 2020 sebagai aksi protes. Aksi tersebut dilakukan terkait kedatangan Brimob dan tim dari PT BSI yang akan melakukan kegiatan pertambangan di Gunung Salakan tak jauh dari Gunung Tumpang Pitu. Tak berhenti disitu, aksi tersebut berlanjut pada tanggal 15 Februari 2020 dengan aksi mengayuh sepeda sejauh 310 km menuju kantor Gubernur Jawa Timur. Pada tanggal 19 Februari 2020, rombongan warga Sumberagung telah tiba di Kota Surabaya dan melakukan aksi protes di depan kantor Gubernur Jawa Timur. Pertambangan Gunung Tumpang Pitu berada di wilayah Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggrahan, Kabupaten Banyuwangi. Dalam sejarahnya, ekplorasi emas Gunung Tumpang Pitu sudah dimulai sejak tahun 1991 oleh PT Gamasiantara (Golden Eagle Indon...

Siapa yang Dipelihara oleh Negara Sebenarnya? Fakir Miskin dan Anak Telantar Apa Para Koruptor?

          Menurut UUD 1945 pasal 34 ayat 1, anak telantar dan fakir miskin dipelihara oleh negara. Tapi pada kenyataannya negara malah memelihara seorang koruptor. Tersangka koruptor enak, walaupun di penjara, mereka setiap hari dikasih makan gratis oleh negara. Bandingkan dengan para fakir miskin dan anak telantar yang harus berjuang mengais rezeki setiap hari untuk menyambung hidup. Bahkan banyak orang telantar tanpa rumah untuk berlindung diri. Para koruptor enak sudah disediakan tempat tidur beratapkan genteng yang melindungi mereka dari panas teriknya matahari dan dinginnya guyuran air hujan. Bagaimana dengan fakir miskin dan anak telantar yang tidur berlasakan tanah dan beratapkan langit. Hak sekolah anak terampas oleh mafia dana pendidikan. Para koruptor sangat tega mematikan masa depan para penerus bangsa.  Uang negara yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan rakyat ternyata malah digelapkan oleh para koruptor rakus berjiwa foya-foya....

Menghadapi Deforestasi Akibat Perluasan Perkebunan Kelapa Sawit dan Geopolitik Global

Salah satu produk unggulan hayati Indonesia adalah kelapa sawit. Dalam perekonomian makro, kelapa sawit memiliki peran strategis yaitu sebagai penghasil devisa terbesar, pendorong sektor ekonomi masyarakat, dan penyerapan tenaga kerja. Pada tahun 2018, ekspor minyak kelapa sawit secara keseluruhan mengalami kenaikan sebesar 8% atau dari 32,18 juta ton pada 2017 meningkat menjadi 34,71 juta ton pada tahun 2018. Selain peningkatan ekspor hasil produksi kelapa sawit, menurut data Direktorat Jenderal Perkebunan, luas area lahan perkebunan sawit juga mengalami peningkatan. Pada tahun 2018 luas area lahan perkebunan kelapa sawit sebesar 14,327,093 ha, sedangkan pada tahun 2019 luas area lahan tercatat sebesar 14,677,560 ha, naik sekitar 2,4%. Saat ini Indonesia menduduki peringkat teratas berdasarkan kuantitas perluasan perkebunan dan laju penanaman kelapa sawit. Peringkat ini menjadikan   Indonesia sebagai produsen sawit nomor satu di dunia diikuti oleh Malaysia. Tanah Indonesia me...

Lapas Klas 1 Sukamiskin Membuat Jera atau Membuat Nyaman

Lapas Klas 1 Sukamiskin Membuat Jera atau Membuat Nyaman Penjara Sukamiskin yang sekarang dikenal dengan nama Lapas Klas I Sukamiskin, dibangun pada masa kolonial Belanda, tepatnya tahun 1918. Arsiteknya adalah Wolff Schoemaker. Schoemaker merancang penjara ini dengan desain kincir angin. Penjara Sukamiskin mulai difungsikan pada tahun 1924 sebagai tempat hukuman bagi kaum intelektual yang dianggap melakukan kejahatan politik karena bertentangan dengan penguasa Belanda. Saat itu namanya adalah Straftgevangenis Voor Intelectuelen atau Rumah Tahanan Politik. Lapas ini berlokasi di Jalan A.H. Nasution Nomor 114 Bandung. Lapas kelas 1 Sukamiskin sudah berdiri ratusan tahun nampak belum ada perubahan dalam segi bangunan utama. Kecuali beberapa bangunan fasilitas   tambahan untuk kantor sipir, kepala Lapas serta beberapa sel tahanan dengan fasilitas mewah milik para tahanan elit. Pihak Lapas terus berusaha sekuat tenaga untuk tidak melakukan perubahan terhadap bangunan itu k...